Ketika Sahabat Karibku Hampir Menangis di Pelaminan (Bukan Karena Haru, Tapi Karena Mata Kering)

Kalau ada yang bilang pernikahan itu momen paling indah dalam hidup, aku yakin mereka pasti lupa kasih disclaimer,

“Indah setelah kamu berhasil melewati kekacauan persiapan yang bikin mental nyaris ambruk.”

Pagi itu, aku datang ke venue pernikahan sahabat karibku, Dinda, dengan perasaan campur aduk antara bahagia dan deg-degan.

Foto Prewedding di pinggir danau berkabut pada sore hari

Ditempat acara sudah penuh kesibukan. Tante-tante sibuk ngatur bunga, om-om ngecek sound system, dan koordinator wedding sibuk bolak-balik kayak setrikaan.

Gejala Mata Sepet yang Mengancam Momen Sekali Seumur Hidup

Di tengah hiruk-pikuk itu, aku langsung menuju ruang rias untuk ketemu sahabatku.

Dan ya ampun, dia cantik banget dengan kebaya putih gading yang bikin aura pengantin langsung terpancar.

Tapi ada yang aneh. Setiap beberapa detik, dia terus mengedipkan mata sambil menatap cermin dengan ekspresi... gelisah? Kesal? Atau mungkin campuran keduanya.

Gejala mata kering sepet perih pada pengantin wanita

“Din, kamu kenapa sih? Bolak balik ngaca mulu?" tanyaku sambil duduk di sampingnya.

Dinda menghela napas panjang, lalu menatapku dengan mata yang... astaga! memerah dan sedikit berair.

“Gue semaleman nggak bisa tidur, mbak. Gugup banget, terus ada beberapa hal yang harus gue beresin sendiri karena vendor tiba-tiba ada yang ngaret. Belum lagi AC di kamar hotel dingin banget semalam. Sekarang mata gue rasanya sepet, perih, dan lelah banget. Gue nggak tau ini kenapa.”

Oke, ini masalah. BIG problem. Karena dalam hitungan menit, tim fotografer bakal manggil dia untuk sesi foto pre-ceremony.

Dan kalau kalian pikir foto pernikahan itu cuma sekali jepret terus selesai, kalian salah besar.

Coz, masih ada sesi foto keluarga (besar), foto sama penghulu, foto serah-terima, foto candid, foto ini-itu sampai rasanya pengantin itu profesi part-time jadi model dadakan.

Tanpa menunggu lama, aku langsung buka google di hp. Aku ketik “penyebab mata merah yang perih dan sepet.”

Aku langsung masuk ke mode Ai biar dapat rekomendasi straight to the point.

Jawabannya “Penyebab utama mata merah yang disertai rasa perih dan sepet adalah sindrom mata kering (dry eye syndrome) dan kelelahan mata akibat paparan layar gawai (digital eye strain).”

Aku tanya lagi, “atasi pakai obat apa”

Do’i bilang, “Insto Dry Eyes: Mengandung bahan aktif untuk memberikan pelumas instan pada mata yang sepet akibat layar gawai atau AC.”

Tapi bener juga sih, ini bukan cuma soal mata capek biasa. Ini adlah salah satu hari terpenting dalam hidup Dinda, dan dia harus tampil maksimal.

Belum sempat aku ngomong apa-apa, fotografer udah ngetok pintu. “Mbak Dinda, kita mulai foto dalam lima menit ya!”

Dinda panik. Dia coba buka mata lebar-lebar di depan kamera untuk latihan pose, tapi hasilnya? Matanya malah makin berair, merah, dan terlihat... sagat kacau.

Kayak orang yang baru nangis sejadi-jadinya, padahal dia belum nangis sama sekali. Bahkan MUA-nya sampai bingung mau touch up apa lagi karena masalahnya bukan di makeup, tapi di mata yang emang udah nggak bisa diajak kerjasama.

Misi Kilat ke Beli Insto Dry Eyes

“Din, tunggu sebentar. Aku keluar dulu ya!” Tanpa menunggu lama, aku langsung cabut dari ruang rias, ninggalin Dinda yang masih bengong. Aku tau aku harus cepat-cepat cari solusi.

Untungnya, ada apotek nggak jauh dari sana. Aku berlari. Literally berlari, sambil sesekali nyaris nyerempet tamu undangan yang baru datang.

Dalam hati aku mikir, “Ini momen gue jadi sahabat penyelamat atau sahabat yang lebay sih?” Tapi peduli amat, yang penting Dinda nggak foto pernikahan dengan mata sembab kayak habis putus cinta.

Sampai di apotek, aku langsung nyamperin mbak-mbak di kasir dengan napas ngos-ngosan. “Mbak, ada INSTO Dry Eyes nggak?”

Mbak apotekernya nggak langsung nyari obat yang aku minta, malah langsung nanya dengan profesional, “Gejalanya seperti apa, Mbak?”

“Matanya itu kerasa agak sepet, perih-perih gitu, Mbak. Dia begadang semalam karena ngurusin persiapan nikah, terus kena AC juga.”

Mbak apoteker manggut-manggut paham. “Oh, itu gejala mata kering, Mbak. Tunggu sebentar, saya ambilkan obatnya.”

Bukan karena nggak percaya sama jawaban Google, tapi karena waktu terbatas banget dan aku takut salah pilih. “Mbak, ini beneran ampuh kan? Soalnya acaranya tinggal bentar lagi, takutnya malah makin merah atau gimana...”

“Tenang, Mbak. INSTO DRY EYES ini formulanya emang dirancang buat melumasi mata dan ngasih kesegaran langsung. Emang buat kondisi mata kering. Karena kurang tidur atau paparan AC.”

Oke, cukup. Aku langsung bayar dan lari balik ke ruang rias. Dalam hati cuma berdoa semoga ini berhasil, karena kalau nggak, aku nggak tau harus ngapain lagi.

Menyelamatkan Momen Penting Sahabat di Detik-Detik Terakhir

Memberikan insto Dry eyes kepada pengantin

Begitu sampai ruang rias, Dinda masih duduk dengan ekspresi menyedihkan. Fotografer udah mulai gelisah karena jadwal mundur. Aku langsung buka INSTO DRY EYES dan bilang, “Din, coba ini. Tetesin Insto Dry Eyes dulu.”

Dinda nurut. Aku tetesin sesuai petunjuk. Dua tetes di masing-masing mata.

“Gimana Din?” tanyaku buru-buru.

“Belum kerasa bedanya,” jawab Dinda. Membuatku menyangsikan diri sendiri. "apa aku salah pilih obat ya?"

“Coba kita tunggu sebentar.” Kataku untuk menenangkan diri. “Coba sambil kedip-kedip.” Tambahku pura-pura yakin.

Dalam hitungan menit, ekspresi Dinda berubah. Dia berkedip beberapa kali, lalu senyum lega.

“Mbak... udah enakan! Mata gue nggak perih lagi, nggak sepet juga. Rasanya lebih udah agak baikan!” ungkapnya dengan ekspresi kegirangan.

Aku hampir nangis bahagia (lebih dramatis dari Dinda sendiri, mungkin).

Fotografer udah nggak sabaran, langsung manggil lagi, dan kali ini Dinda siap.

Prosesi akad nikah berjalan lancar dan khidmat. Saat sesi foto dimulai, foto keluarga besar, foto serah-terima mas kawin, foto sama penghulu. Dinda bisa menatap kamera dengan mata berbinar, senyum lebar, dan nggak ada lagi tanda-tanda mata merah atau berair. Semua momen terekam sempurna.

Di sela-sela istirahat sebelum resepsi, Dinda nyamperin aku dan menggenggam tanganku erat. “Makasih ya, mbak. Lo bener-bener penyelamat hari ini. Gue nggak tau harus gimana kalau lo nggak cepet-cepet cariin solusi.”

Aku cuma senyum, tapi dalam hati mikir, untung di apotek deket sini ada jual INSTO DRY EYES.

Momen yang udah dinanti lama, yang cuma sekali seumur hidup, bisa aja berantakan gara-gara hal sepele yang kita abaikan.

Mata SePeLe, atau sepet, perih, dan lelah emang kedengarannya remeh, tapi dampaknya bisa bikin momen spesial jadi nggak maksimal.

Jangan Remehkan Kalau Mata Sepet atau Perih

Hikmah dari pengalaman ini, #MataSePeLeJanganSepelein, apalagi kalau kalian lagi punya acara penting.

Persiapan bukan cuma soal baju, makeup, atau dekorasi. Kesehatan mata juga penting banget, dan untungnya sekarang ada solusi praktis kayak INSTO DRY EYES yang bisa diandalin pas situasi darurat.

Insto dry eyes kemasan baru

Kalau kalian atau orang terdekat kalian ngalamin mata kering dengan gejala sepet, perih, atau lelah, jangan ditunda. Langsung tetesin INSTO DRY EYES biar momen spesial kalian nggak rusak berantakan.

Karena percaya deh, nggak ada yang mau kenang-kenangan foto pernikahan dengan mata sembab kayak habis nonton drama Korea marathon.

Dan aku bangga bisa jadi sahabat yang #BebasMataKering-in hari bahagia Dinda. Momen indah emang harus dijaga, termasuk dari gangguan mata kering yang sering kita sepelekan.

Jadi, selalu sedia INSTO DRY EYES di tas kalian ya. Siapa tau kalian jadi penyelamat di momen penting orang tersayang. Dan ingat! #InstoDryEyes bukan cuma obat tetes mata biasa. Ini penyelamat momen berharga yang nggak bisa diulang.

0 Comments